Memanfaatkan Sampah Dapur Organik
Ketika masih bocah, saya ingat banget dengan kebiasaan bapak saya suka menampung sampah- dapur seperti potongan sayuran, biji cabe, biji pepaya thailand, mahkota buah nanas, potongan batang daun ubi dan sebagainya. Potongan sayur dikumpulkan pada lubang tanah kemudian dicampur dengan srintil (kotoran kambing), untuk stok pupuk. Sedangkan sampah yang berupa biji cabe, mahkota buah nanas, potongan batang ubi ditanam di kebun. Bahkan bapak saya wanti-wanti jika makan durian (untung duriannya hasil kebun sendiri), pongge (isi durian) disuruh ngumpulin untuk disemai di polybag. Ketelatenan bapak merawat tanaman dari sampah dapur membuahkan hasil. Tanamannya segar-segar dan memberikan hasil yang memuaskan karena beliau pupuk dengan pupuk alami buatan sendiri. Jadi, ibu memasak sayur dari hasil kebun. Bisa menghemat uang belanja kan? Sampai saat ini saya masih terngiang kata bapak ketika habis memupuk durian. “Aku gur iso ninggali wit duren neng kebun mburi. Sok aku ora ma...