Posts

Sarimbitan Oh Sarimbitan ....

Image
Sarimbitan             Hari Minggu pagi, Lady Cempluk dan John Koplo akan jagong nganten tetangganya di sebuah gedung. Kali ini Cempluk tidak sarimbitan dengan Koplo. Tetapi mereka berdua mengenakan baju yang warnanya senada. Koplo memakai baju koko warna hitam, sedangkan Cempluk mengenakan gamis batik baru warna hitam berbung-bunga.             Setelah memarkir motornya, mereka berdua berjalan menuju gedung resepsi. Belum sampai masuk ke dalam gedung, Cempluk merasa heran karena banyak orang yang melihat ke arah mereka berdua. “Pa, perasaanku tidak enak, kita kok jadi pusat perhatian ya? Aku ge er ki? Jangan-jangan penampilanku memesona.” celetuk Cempluk sakarepe dewe. “Iyo ki Ma?” jawab Koplo mengiyakan setelah tahu para tamu melihat ke arah mereka. Koplo pun menengok ke belakang, barangkali tamu yang ada di belakang mereka ada yang menarik perhatian ...

Jangan Sampai Anda Mengalami Hal Seperti Ini

Image
Terjebak Asap             Cerita nyata ini dialami Lady Cempluk yang dijuluki Sang Putri Tidur oleh teman-teman kosnya. Alasannya, dia suka tidur dan kalau sudah tidur susah dibangunkan. Siang itu,   daerah di sekitar tempat kos Cempluk   sedang diadakan pengasapan ( fogging). Sebelum petugas sampai di tempat kos, teman-teman kos Cempluk berjibaku membangunkan Cempluk, tetapi usaha mereka sia-sia. “Pluk, tangi! Mau di- fogging!” Gendhuk Nicole teman sekamar Cempluk membangunkannya. “Nak, tangi! Tangiiii Nak!” ibu kos pun turun tangan membangunkan Cempluk. Tetapi Cempluk enggak bangun-bangun juga. Akhirnya, petugas pun sampai di tempat kos dan beraksi melakukan fogging. Semua yang kos dan juga keluarga ibu kos keluar rumah sambil menutup hidung karena bau asapnya enggak seenak bau asap sate. Sedangkan Cempluk tetap tertidur pulas di tempat tidurnya.         ...

Ide Cerita Ini Mengendap Selama Sembilan Tahun

Image
Dibayari Kasir             Lady Cempluk dan anaknya, Tom Gembus, sudah bersiap-siap naik motor untuk beli pulsa ke minimarket tidak jauh dari rumahnya. Pulsa itu mau digunakan   Lady Cempluk untuk menelpon John Koplo, suaminya, yang sedang tugas di luar kota. Lady Cempluk mau minta ditransfer uang. Karena uang di dompet tinggal lima puluh ribu tok . Tiba-tiba Lady Cempluk merasa perutnya mules. Akhirnya, Lady Cempluk menunda kepergiannya, mau ke belakang dulu. Lady Cempluk menyuruh anaknya menunggu dulu di teras. Tom Gembus kemudian bermain sepeda di teras. Tak berapa lama Lady Cempluk dan anaknya pun naik motor menuju minimarket. Setelah memilih jajanan untuk anaknya, dia menuju ke kasir. Ia pun mendiktekan nomor hp-nya kepada kasir. Kemudian Lady Cempluk membuka dompet untuk membayar. Betapa kagetnya ternyata uang lima puluh ribu satu-satunya yang ada di dompet tak ada. Padahal dia ingat sebelum ke kamar mandi tad...

Memanfaatkan Sampah Dapur Organik

Image
  Ketika masih bocah, saya ingat banget dengan kebiasaan bapak saya suka menampung sampah- dapur seperti potongan sayuran, biji cabe, biji pepaya thailand, mahkota buah nanas, potongan batang daun ubi dan sebagainya. Potongan sayur dikumpulkan pada lubang tanah kemudian dicampur dengan srintil (kotoran kambing), untuk stok pupuk. Sedangkan sampah yang berupa biji cabe, mahkota buah nanas, potongan batang ubi ditanam di kebun. Bahkan bapak saya wanti-wanti jika makan durian (untung duriannya hasil kebun sendiri), pongge (isi durian) disuruh ngumpulin untuk disemai di polybag. Ketelatenan bapak merawat tanaman dari sampah dapur membuahkan hasil. Tanamannya segar-segar dan memberikan hasil yang memuaskan karena beliau pupuk dengan pupuk alami buatan sendiri. Jadi, ibu memasak sayur dari hasil kebun. Bisa menghemat uang belanja kan? Sampai saat ini saya masih terngiang kata bapak ketika habis memupuk durian. “Aku gur iso ninggali wit duren neng kebun mburi. Sok aku ora ma...