Ide Cerita Ini Mengendap Selama Sembilan Tahun
Dibayari Kasir
Lady Cempluk dan anaknya, Tom
Gembus, sudah bersiap-siap naik motor untuk beli pulsa ke minimarket tidak jauh
dari rumahnya. Pulsa itu mau digunakan
Lady Cempluk untuk menelpon John Koplo, suaminya, yang sedang tugas di
luar kota. Lady Cempluk mau minta ditransfer uang. Karena uang di dompet tinggal
lima puluh ribu tok. Tiba-tiba Lady Cempluk merasa perutnya mules.
Akhirnya, Lady Cempluk menunda kepergiannya, mau ke belakang dulu. Lady Cempluk
menyuruh anaknya menunggu dulu di teras. Tom Gembus kemudian bermain sepeda di
teras.
Tak
berapa lama Lady Cempluk dan anaknya pun naik motor menuju minimarket. Setelah
memilih jajanan untuk anaknya, dia menuju ke kasir. Ia pun mendiktekan nomor hp-nya
kepada kasir. Kemudian Lady Cempluk membuka dompet untuk membayar. Betapa
kagetnya ternyata uang lima puluh ribu satu-satunya yang ada di dompet tak ada.
Padahal dia ingat sebelum ke kamar mandi tadi, uangnya masih ada di dalam
dompet.
“Lho
Le, uang Mama kok nggak ada? Kamu tahu nggak?” tanya Lady Cempluk kepada Tom
Gembus yang ada di sampingnya.
“Tadi
aku kasihkan sama olang minta-minta Ma.” jawab Tom Gembus yang masih belum bisa
mengucapkan huruf “r” itu.
“Hah!”
Cempluk kaget.
“Kapan?”
tanya Cempluk.
“Tadi
waktu Mama ke kamal mandi. Di dompet Mama nggak ada uang koin sih. Ya udah uang
yang walna bilu aku kasihkan.” jawab bocah berumur 3,5 tahun itu.
Cempluk
bingung, mau di-cancel, jajanan yang dibeli sudah langsung dibuka sama
anaknya, terus pulsanya juga sudah masuk ke nomor HP-nya. Mau ambil ATM,
saldonya minimal nggak bisa diambil tunai. Akhirnya, kasir pun berbaik hati,
bayari dulu belanjaannya. Kemudian Cempluk pun telpon suaminya. Untung langsung
direspon oleh suaminya. Tak berapa lama transfer pun berhasil. Untungnya lagi
di dalam minimarket itu ada ATM. Jadi, Cempluk langsung bisa mengembalikan
pinjaman uangnya kepada mas kasir.
“Le,
besok lain kali, kalau mau ambil uang Mama tanya dulu ya?” Lady Cempluk
menasehati Tom Gembus.
“Ya
Ma.” jawab Tomb Gembus sambil terus mengunyah jajanannya.

Jon koploku hari adalah peristiwa sekitar 12-13 tahun yang silam mbak. Mengendap begitu lama.
ReplyDelete9 tahuuuun, Masya Allah.. Tholenya hebat tapi yaa.. insya Allah jadi tabungan di sana. Aamiin..
ReplyDeleteWah anak yang dermawan. Ide cerita mengendap 9 tahun? Wow.
ReplyDelete