Ini Dia Cara Membuat Sosis Homemade Lebih Sehat
Hai, Moms!
Kita mengenal sosis (sausage) berbentuk
panjang, bulat, berwarna merah, putih atau cokelat. Kata sosis berasal dari
kata salsus yang artinya diasinkan atau diawetkan. Menurut sejarahnya,
makanan olahan ini berasal dari daratan Eropa. Masyarakat Eropa membuat sosis
sebagai cara mengawetkan daging agar bisa disimpan sebagai persediaan
menghadapi muslim paceklik. Caranya, daging cincang dibumbui dengan garam dan
bumbu lain lalu dimasukkan ke dalam usus hewan. Kemudian dimasak dengan cara
direbus, dikukus atau diasapi.
Sosis dapat dibedakan berdasarkan
proses pengolahan dan daya tahan keawetannya.
1. Fresh sausage (sosis
segar) yaitu sosis mentah dan tidak tahan lama. Sosis ini biasanya dijual dalam
bentuk makanan beku. Sebelum disantap harus dimasak terlebih dulu.
2. Precooked sausage yaitu
jenis sosis yang dimasak dengan cara direbus. Sosis ini bisa tahan lama apabila
dibekukan dalam lemari pendingin. Sebelum dihidangkan sosis ini perlu dimasak lagi.
3. Smooked sausage adalah jenis sosis yang proses
masaknya dengan cara pengasapan. Sosis ini dapat bertahan tahan lama, tetapi pengasapannya
membutuhkan waktu yang cukup lama kurang lebih 3 jam.
4. Cured sausage adalah jenis sosis yang pengolahannya
dengan proses fermentasi yang lama. Cara membuatnya daging mentah diberi garam kemudian dibiarkan dalam suhu ruang selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Dengan cara ini daging dalam selongsong akan matang karena proses pengasinan yang dipengaruhi udara. Tekstur sosis ini cenderung alot dengan rasa yang tajam. Sosis ini cocok dikonsumsi bersama keju.
Dengan semakin berkembangnya industri pangan, kini sosis banyak dibuat
dengan mesin modern sehingga menjadi makanan instan. Namun sayangnya, makanan
instan biasa menggunakan Bahan Tambahan Pangan (BTP). BTP adalah bahan kimia alami atau sintetis, yang
mengandung atau tidak mengandung nilai gizi, yang ditambahkan dalam makanan pada
waktu pengolahan supaya performa makanan tersebut baik seperti warna menjadi
lebih menarik dan seragam, awet, empuk dan sebagainya. Pada pembuatan sosis
olahan pabrik, BTP yang digunakan antara lain nitrit. Nitrit digunakan sebagai
bahan pengawet makanan karena nitrit dapat menghambat pertumbuhan dan
perkembangan spora pada daging. Selain itu, nitrit berfungsi untuk memperoleh
warna merah yang stabil. Penggunaan nitrit di satu sisi memberi keuntungan,
tetapi di sisi lain bersifat toksik dan karsinogenik. Belum penggunaan BTP
lainnya. Tentu hal ini akan berdampak pada gangguan kesehatan, apalagi bila
dikonsumsi oleh anak-anak yang belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat.
![]() |
| Sumber: www.pinterest.nz |
Nah Moms, agar
kesehatan keluarga kita tetap terjaga, sebagai orang tua sebaiknya kita
membatasi makanan yang banyak mengandung BTP. Solusinya adalah memilih makanan
sehat daripada makanan instan yang enaknya memang menggoda lidah. Salah
satu caranya, kita dapat membuat sosis sendiri, yang kenyataannya memang sangat
mudah dibuat sendiri. Kelebihan membuat sosis homemade adalah kita dapat menelusuri kehalalan daging dan selongsong
sosisnya, memilih bahan baku yang sehat, dan dapat menambahkan bahan lain seperti sayur
yang diinginkan. Kita dapat mengkamuflasekan
sayuran seperti brokoli atau wortel ke dalam sosis, sehingga dapat digunakan untuk menyiasati bagi
yang tidak suka sayur. Bahan pewarnanya pun dapat menggunakan bahan pewarna
alami seperti angkak, buah bit, kluwak, atau kunyit. Berikut cara membuatnya.
Bahan yang
diperlukan:
500 gram daging ayam giling
atau daging ikan giling (hilangkan kulitnya) atau daging sapi giling
1 butir telur
1 sachet lada bubuk
1 sachet penyedap jamur
2 sdm bawang putih bubuk
atau bawang putih segar, cincang halus
1 sdm bawang bombay, cincang
halus
1 sdm jahe parut
1 sdm garam
1 sdm gula pasir
250 ml susu sapi segar atau
susu UHT plain atau susu kedelai atau air biasa
2 sdm tepung tapioka atau
tepung maizena atau tepung sagu (penggunaan tepung bisa ditambah sesuai selera
ya)
es batu secukupnya
Daun bawang, iris halus
Selongsong sosis:
kolagen sapi
Tali kenur
Cara membuat:
1. Blender semua bahan hingga halus, kecuali daun bawang.
2. Setelah halus, tambahkan cincangan daun bawang
atau sayuran (sesuai selera), aduk rata.
3. Gunting ujung piping bag, perkirakan moncong
piping bag bisa masuk ke dalam lubang selongsongnya. Adonan masukkan adonan ke dalam
piping bag.
4. Selongsong yang digunakan bisa selongsong kering,
jadi langsung semprotkan ujung piping bag
ke dalam lubang selongsong pelan-pelan. Selongsong yang semula berlipat, akan membongkar lipatan dengan sendirinya saat adonan masuk ke dalam selongsong. Jika menghendaki selongsong mengembang
lebih maksimal, maka rendam kolagen dengan air terlebih dahulu selama 24 jam
dalam wadah kemudian taruh dalam lemari pendingin, jangan di freezer.
5. Selongsong yang telah terisi adonan, dibagi dengan
cara mengikat tali yang kuat. Beri ruang 20% untuk adonan saat mengembang agar tidak
pecah. Jadi, jangan terlalu padat. Penampakan selongsong yang sudah diisi jadi
tampak lembek seperti ini.
6. Letakkan secara melingkar selongsong yang
telah berisi adonan ke dalam kukusan yang telah dipanaskan sebelumnya. Jangan ditumpuk
ditumpuk ya, Moms. Untuk cara dikukus, selongsong perlu ditusuk dengan jarum,
kira-kira 10 tusukan. Kukus dengan nyala api kecil selama 30 menit.
7. Apabila menginginkan memasak dengan cara direbus,
gunakan panci atau wajan yang lebar agar muat banyak. Setelah air mendidih,
kecilkan apinya, letakkan sosis ke dalam panci secara melingkar. Untuk cara
direbus, selongsong tidak perlu ditusuk dengan jarum biar adonan tidak mbleber ke mana-mana. Waktu memasak juga
selama 30 menit.
8. Setelah matang angkat, dinginkan, siap
diolah sesuai selera.
9. Jika sosis ingin disimpan sebagai stok maka
cara penyimpanannya setelah sosis matang rendamlah dalam air aqua yang telah
diberi garam beryodium kurang lebih selama10 menit, bolak-baliklah. Setelah itu
angkat dan tiriskan. Sosis dipotong-potong lalu buang talinya. Pengemasan dapat
menggunakan plastik kemudian divakum atau disimpan dalam wadah kedap udara.
Moms, itulah cara membuat
sosis homemade. Caranya sangat mudah,
bukan. Kita dapat membuat variasi rasa pada bumbunya. Misalnya dari satu
adonan, dapat dibagi dua bagian. Satu bagian bisa ditambahkan dengan bumbu
rendang. Satu bagian lain dapat ditambahkan bumbu rempah seperti pala, jintan, bubuk
mustard dan marjoram. Dengan demikian, sekali masak kita dapat membuat dua
variasi rasa. Selain digoreng atau dibakar, sosis dapat dimasak menjadi olahan
yang lain, seperti tumis saus merah, asam manis, omelet sosis, sosis gulung mi
dan sebagainya. So, dijamin deh, sosis homemade jadi makanan favorit keluarga. Saat membuat sosis homemade, melibatkan anak-anak kita lebih menyenangkan karena kesempatan
ini dapat sekaligus memberikan pembelajaran bagaimana proses membuat makanan
sehat. Sosis homemade dapat dijadikan usaha makanan sehat juga ya, Moms. Saat
ini, peluang usaha makanan sehat sangat menjanjikan. Banyak orang yang sadar
akan kesehatan, sehingga mereka lebih memilih makanan sehat untuk menunjang
pola hidup sehatnya. Selamat mencoba ya, Moms.









Comments
Post a Comment