Sarimbitan Oh Sarimbitan ....
Sarimbitan
Hari Minggu pagi, Lady Cempluk dan
John Koplo akan jagong nganten tetangganya di sebuah gedung. Kali
ini Cempluk tidak sarimbitan dengan Koplo. Tetapi mereka berdua
mengenakan baju yang warnanya senada. Koplo memakai baju koko warna hitam,
sedangkan Cempluk mengenakan gamis batik baru warna hitam berbung-bunga.
Setelah memarkir motornya, mereka
berdua berjalan menuju gedung resepsi. Belum sampai masuk ke dalam gedung,
Cempluk merasa heran karena banyak orang yang melihat ke arah mereka berdua.
“Pa,
perasaanku tidak enak, kita kok jadi pusat perhatian ya? Aku ge er ki?
Jangan-jangan penampilanku memesona.” celetuk Cempluk sakarepe dewe.
“Iyo
ki Ma?” jawab Koplo mengiyakan setelah tahu para tamu melihat ke arah
mereka.
Koplo
pun menengok ke belakang, barangkali tamu yang ada di belakang mereka ada yang
menarik perhatian para tamu itu. Setelah menengok ke belakang, Koplo cekikikan
menemukan jawabannya.
“Pantes
wae Ma! Lha gamismu ki podo karo hemnya Pak Gembus.”
kata Koplo. Cempluk pun menoleh ke belakang. Pak Gembus dan isterinya yang
melihat mereka berdua pun tertawa. Cempluk menahan malu. Sarimbitan kok
dengan suami orang.
Kok batiknya
bisa sama ya? Ya bisalah. Tom Gembus dan John Koplo merupakan pengurus sebuah
yayasan yang sama. Ketika lebaran tahun kemarin, mereka berdua mendapat
bingkisan lebaran salah satunya berupa kain batik. Cempluk ngeyel
meminta kain batik itu dari Koplo untuk dijahitkan jadi gamis saja, pikirnya
mosok piyayi kakung pakai batik motifnya bunga-bunga.
Ketika
sampai di depan barisan among tamu, ada Genduk Nicole tetangganya.
“Mbak
kok sarimbitannya dengan Pak Gembus?” tanya Nicole sambil menyalami Cempluk.
Cempluk kisinan.
Cerita
ini dimuat pada Rubrik Ah Tenane Harian Solo Pos,
Kamis,
18 Januari 2018-01-18
# Yang dimuat ada beberapa kalimat yang disunting oleh redaksi.
Pengirim:
Neneng
Utami S.

jadi kangeeen nuliis cempluk
ReplyDelete